Sabtu, 02 April 2011

Pharmaceutical

Decontamination
Whether a site facility or a production line is changing its process, or requiring routine maintenance, decontamination of the production equipment, ducting cleaning and or surface cleaning.

The efficient and effective decontamination processes are essential to the safety of all staff, operatives, the general public and the environment.

Good manufacturing practice demands that processes of decontamination are clearly defined, controlled and validated to ensure compliance and consistency with quality standards.

We offer a specific range of specialised services to our clients that combine exceptional results with compliance, minimum environmental impact and best cost efficiency.

ASBESTOS KILLS

it's well established that all types of asbestos are dangerous

Protect yourself and others as failure to do so puts yours and their future health at risk

In simple terms current government legislation demands that your premises have an asbestos survey and a management plan to ensure that you don’t expose anyone to asbestos. (Control of Asbestos Regulations 2006)

We help by providing you with a surveying and management control service that gives you a solution quickly, easily, simply and economically




All you need to do is commission an asbestos survey which is inclusive of a management plan and advice on the way forward and you will protect yourself and others who work with you.

If you do not comply, the consequences may involve:
Closure of your premises
Personal fines of up to £20,000
Disqualification as a director
A prison sentence

Why?
Over 70 people a week die in the UK of asbestos related diseases.
A quarter of the dead worked in building and maintenance trades.
According to the HSE, very week:

* 3 plumbers die
* 20 tradesmen die
* 6 electricians die

Rabu, 24 Februari 2010

Robot tecanggih



Pasti udah pada tau tentang robot yang namanya asimo punya Honda, kali ini saya akan menceritakan sedikit sejarah berdirinya asimo.

ASIMO adalah singkatan dari “Advanced Step in Innovative Mobility.” ASIMO dianggap sebagai robot humanoid tercanggih di dunia dengan tinggi 130 cm dan berat 54 kg. Robot ini dikembangkan oleh Honda Motor Co., Ltd.,

ASIMO dilahirkan pada 31 Oktober 2000 dari hasil program R&D robotik Honda yang didirikan pada 1986. Dipimpin oleh Mr. Masato Hirose, Senior Chief Engineer of the Wako Research Institute, Honda R&D Co., Ltd., tim pengembangan robot berangan menciptakan robot yang bisa menjadi teman bagi manusia. Impian ini berujung pada konsep “menyatukan berbagai fungsi mekanis dengan teknologi maju untuk meningkatkan kualitas hidup manusia,” yang mendasari road map Honda dalam pengembangan robot. Mendingan dananya dibuat bikin robot daripada dibuat mobil mewah yang boros bahan bakar.

Pada kurun 14 tahun terakhir, Honda telah mengembangkan tujuh robot eksperimen dan tiga robot prototipe. Setelah berbagai usaha, proyek ini berbuah pada tahun 2000 dengan peluncuran resmi ASIMO sebagai representatif dari teknologi robot humanoid.

ASIMO sekarang adalah generasi kedua yang merupakan penyempurnaan dari robot ASIMO generasi pertama yang diperkenalkan pada tahun 2000. Teknologi mobilitas ASIMO kini telah mengalami perkembangan pesat dibanding generasi terdahulunya, dengan berbagai kemampuan diantaranya bergerak dalam pola lingkaran dan berlari hingga kecepatan 6 km/jam. Kemampuan ASIMO berinteraksi dengan manusia atau objek lainnya juga semakin sempurna, seperti menyambut tamu, berjalan bergadengan tangan dengan manusia, membawa nampan, dan mendorong kereta.

Berbagai perkembangan teknologi yang dicapai melalui penelitian dan pengembangan ASIMO, termasuk teknologi pengendalian postur, teknologi pengenalan citra dan suara, serta teknologi penghindaran tabrakan juga menjadi dasar dalam pengembangan teknologi yang diterapkan Honda di bidang lainnya, di antaranya teknologi keselamatan pada mobil.

Penerapan teknologi terdepan pada produk yang dekat dengan kehidupan sehari-hari manusia ini sesuai dengan apa yang menjadi landasan dalam penciptaan ASIMO, yaitu impian bahwa teknologi dan kehidupan dapat berjalan bersama secara harmonis.

Sabtu, 06 Februari 2010

Wimax Sudah Bisa Dinikmati?


BANDUNG, KOMPAS.com - Penggiat teknologi komunikasi dan pengguna jasa internet pada umumnya, tentu penasaran dengan kemunculan teknologi broadband wireless access Wimax. Nah, konon Wimax kini sudah mulai bisa digunakan secara terbatas.

Teknologi Wimax bagi sebagian masyarakat mungkin sudah tidak lagi asing, karena sering disebut-sebut. Pemerintah dan industri saat ini masih sibuk membuat aturan main, termasuk pembagian kanal frekuensi. Meskipun belum resmi dioperasikan, bagi kalangan tertentu, Wimax sudah bisa dicicipi.

Seperti diungkap pakar teknologi informasi Onno W Purbo dalam seminar tentang Wimax di Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Bandung, Sabtu (6/2/2010). Anggota Orari (Organisasi Amatir Radio Indonesia) bisa menikmati teknologi komunikasi tercanggih ini.

"Hari ini Wimax sudah dipakai, yaitu oleh operator. Juga, Orari. Anggota Orari boleh pakai kanal ini selama belum ada operator yang menggunakannya," tutur Onno.

"Kalau operator kan harus bayar Rp 100 miliar ke pemerintah untuk operasikan Wimax. Nah, enaknya, di Orari cukup bayar Rp 50 ribu per tahun untuk keanggotaan saja. Siapa yang tertarik?" ucapnya membuat peserta yang mayoritas mahasiswa ini kian penasaran dengan keunggulan Wimax.

Dalam kesempatan ini, panitia juga mengundang PT Hariff Daya Tunggal Engineering sebagai salah satu vendor Wimax di tanah air untuk melakukan demo cara kerja Wimax. Dalam demo ini, Hariff menjelaskan tahapan mulai dari pemasangan CPE (costumer premise equipm ent) yang berbentuk kotak putih ukuran sekitar 20 x 20 cm, melakukan setting konfigurasi Wimax dengan virtual LAN, hingga cara mengarahkan CPE ke base station.

Namun, tidak seperti yang digadang-gadang sebelumnya bahwa bandwith Wimax ini bisa mencapai lebih dari 50 mega bit per second, menurut Onno, realisasinya mungkin hanya sepersepuluhnya. " Mungkin hanya sekitar 7 mbps. Karena, channel yang sudah dibatasi pemerintah itu harus dibagi-bagi lagi," tuturnya.