readbud - get paid to read and rate articles

Jumat, 13 Februari 2009

Robot Flame Berjalan Selincah Manusia

AMSTERDAM, SELASA - Sebuah robot yang dikembangkan di Universitas Teknologi Delft (TU Delft) Belanda dapat berjalan mirip manusia. Ayunan langkahnya tak lagi kaku karena menggunakan teknik mengayun yang terkontrol dengan menjatuhkan beban ke depan.

"Dengan mengadopsi metode ini, robot yang biasanya berjalan dengan kaku dan pelan akan lebih luwes dan bergerak efisien seperti manusia," ujar Daan Hobbelen, ketua tim yang mengembangkannya.

Robot yang diberi nama Flame tersebut memiliki berat 15 kilogram dan tinggi 1,3 meter. Ia memiliki sejumlah persendian di kakinya yang dikendalikan pegas. Sementara itu, sebuah sensor inersia yang disebut organ keseimbangan membantu tubuhnya agar tetap stabil. Semua proses didukung tujuh motor penggerak.

Saat berjalan, kakinya berayun secara bergantian sementara organ penyeimbang akan mengukur jarak langkah agar tak terjatuh. Dengan teknik berjalan seperti manusia, Flame dapat berjalan dengan kecepatan 0,45 meter perdetik.

Hobbelen yakin Flame merupakan robot berkaki dua yang paling canggih saat ini. Cara menir langkah manusia sudah terorganisasi dengan sangat baik. Teknologi tersebut kelak dapat digunakan untuk menggantikan kaki palsu para penyandang tuna daksa sehingga dapat berjalan secara lebih alamiah seperti kaki asli.

Tentara Robot

VIPeR

VIPeR

Robot pelayan, robot kedokteran dan sekarang robot militer. Ini adalah konferensi robot pertama Israel di Herzeliya, Israel, tujuan para penemunya adalah agar inovasi mereka dikenal.

Israel mempunyai industri robot yang berkembang pesat dan inilah salah satu alat yang dipromosikan.

Robot bernama Versatile, Intelligent dan Portable Robot, (disingkat VIPeR), dibuat dan dirancang untuk militer Israel oleh Elbit Systems.

Robot platform ringan, yang dapat menggunakan kamera, mikropon, sensor dan bahkan senapan kecil, dapat di bawa ke zona tempur untuk mendeteksi bahan peledak dan dapat menemukan musuh yang menyergap, kata program manager Stephan Holdis.

"Robot spesifik ini dikembangkan oleh tentara Israel, digunakan sendiri untuk diturunkan bersama tentara. Robot itu adalah satu-satunya robot yang ada pada saat ini yang dapat dibawa dalam pertempuran dan dijalankan secara intuitif bahkan ketika mereka sedang menembakmu,” ujar Stephan Holdis.

Para peneliti dan insinyur dari industri dan akademia berada di konferensi untuk berbagi gagasan dengan topik mengenai robot masa kini dan sekaligus mencari dukungan pemerintah di bidang ini.

Professor Zvi Shiller, Ketua Konferensi Robot Israel, mengatakan "Saya percaya itu akan memberi kekuatan pada industri elektronik dan pengembangan perangkat lunak serta di bidang komunikasi Israel, yang kita butuhkan hanyalah mengintegrasikan semua ini

Dari robot anjing Sony sampai robot pemotong rumput patriot, semua penemuan di sini, dari untuk permainan dan pelayanan sampai keamanan nasional

Selasa, 10 Februari 2009

NASA Ungkap Robot Penjelajah Planet Terbaru


Axel (technology review)
Jakarta - NASA kembali sibuk mengembangkan robot angkasa untuk menjelajah dan meneliti planet-planet di masa depan. Kali ini, lembaga antariksa Amerika itu mengembangkan robot baru bernama Axel.

Meski desainnya cukup simpel, Axel punya berbagai kapabilitas yang tidak dijumpai pada robot-robot sebelumnya.

Menurut Issa A. D. Nesnas dari Jet Propulsion Laboratory NASA, Axel didesain untuk mengeksplorasi bagian-bagian planet yang belum terjamah. Robot ini dirancang dapat menjangkau bagian tersulit dari planet seperti jurang yang dalam.

"Karena Axel juga relatif ringan, hanya dalam sekali misi bisa dibawa beberapa unit. Eksplorasi pun bisa lebih agresif," papar Nesnas seperti dilansir TGDaily dan dikutip detikINET, Selasa (10/2/2009).

Axel bisa memakai tipe roda yang berbeda untuk menyambangi berbagai jenis tempat yang curam sekalipun. Di bagian tengahnya ada semacam pengungkit untuk mengambil material yang diperlukan dalam penelitian.

Berbagai fitur canggih pastinya ditautkan pada Axel, seperti kamera yang bisa berputar 360 derajat, kapabilitas komunikasi nirkabel dan sistem sensor untuk beroperasi secara mandiri.