readbud - get paid to read and rate articles

Selasa, 27 Oktober 2009

AMD PHENOM II X2


Yang paling dan teknologi yang lebih kuat telah built-in untuk memberikan solusi yang lebih canggih dengan teknologi terdepan untuk prosesor komputer. Built-in dari bawah ke atas untuk performa yang luar biasa teknologi, AMD Phenom II X2 Dual Core Processor 550 menggabungkan hingga 6MB cache berkecepatan tinggi dan kecepatan tinggi memori DDR3.

Mempercepat melalui kompleks melakukan multitasking, kritis dan peningkatan produktivitas bisnis, fitur desain visual canggih pemodelan dan menakjubkan secara visual media digital dan hiburan. Memotori kemajuan baru teknologi prosesor AMD Phenom II memiliki kekuatan untuk melakukan untuk kecepatan.

Minggu, 29 Maret 2009

Robot Siap Terjun di Medan Perang Afghanistan Pengganti Pasukan AS


Washington - Amerika Serikat selaku negara yang getol berperang meluncurkan robot terbarunya yang bakal diterjunkan di medan pertempuran.

Robot 'monster' berjuluk BigDog tersebut siap diluncurkan ke medan laga di wilayah konflik Afghanistan. Robot berwarna hitam pekat ini memang tampak mengerikan bagai hewan buas dengan empat kakinya dirancang secara khusus untuk menjelajahi medan berbahaya.

Boston Dynamics selaku pembuatnya mengklaim bahwa BigDog bisa berlari sekitar 4 mil perjam. Robot perang ini juga bisa berjalan pelan dan bahkan mendaki lereng dengan kemiringan sampai 35 derajat.

Seperti yg dilansir dari FoxNews, Selasa (24/3/2009), kaki metal BigDog dibuat dengan bentuk yang mirip kaki binatang dan bisa menyerap kejut dengan baik. Otak robot berupa komputer yang dibekali sensor sehingga diklaim dapat menyesuaikan diri secara mandiri dengan kondisi sekitar.

BigDog tampaknya tidak ditujukan untuk melakukan serangan ofensif ke pihak musuh karena tidak ada keterangan robot ini dibekali dengan senjata. Robot ini bakal dipakai untuk membawa perbekalan militer sampai seberat 150 kilogram melintasi wilayah-wilayah berbahaya ataupun untuk mengadakan pengintaian musuh.

3 tim Teknokrat lolos kontes Robot nasional

ROBOT karya mahasiswa Teknokrat berhasil lolos dalam seleksi Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) dan Kontes Robot Indonesia (KRI) tahap pertama yang diumumkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)­ Pendidikan Tinggi, Selasa (5/2). Tim ini mengirimkan 3 proposal, yang ketiganya berhasil lolos dalam seleksi, yaitu dua proposal KRCI dan satu proposal KRI. Kontes robot ini dibagi menjadi IV regional, yang terdiri dari Regional I (Sumatera), Re­gional II (DKI, Jawa Barat, Banten), Regional III (Jawa Tengah), dan Re­gional IV (Jawa Timur). Keberhasilan yang diperoleh merupakan kerja keras dari tim mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ro­bot Teknokrat. Robot karya mahasiswa yang lolos dalam Kontes Robot Cerdas Indonesia ini adalah robot berkaki “Sutan D’ Rescuer” karya Pujar Diki dan Adrian Juan Siregar, serta robot beroda “TA­Peace” (dibaca: tapis) karya Muhamad Sya Bani Ali dan Rikendri. Sedangkan untuk Kontes Robot In­donesia adalah karya dari Agus Mulyanto, Aldes Eka Putra, dan Trino Ade Putra yang diberi nama “Akhtar Robo”.

Robot berkaki dan beroda yang akan ditampilkan pada KRCI dituntut mampu menemukan sumber api, memadamkan, dan kembali secara cepat melalui jalur pada sebuah model lorong-lorong yang berliku. Pemenang ditentukan dari kecepatan robot dalam melaksanakan fungsinya. Sedangkan dalam KRI, robot-robot dituntut untuk dapat saling menopang sehingga dapat mengambil sebuah keju di dalam mangkuk yang terletak di atas sebuah tiang. Pemenang KRI ini akan diikutsertakan dalam kontes robot In­dia wilayah Asia Pasific. “Untuk menjadi pemenang, kami harus lolos pada tahap selanjutnya. Kini tim kami telah mempersiapkan video berisi rekaman gambaran robot untuk dikirimkan selambat-lambatnya 14 April mendatang,” ujar Amitri Cahyadi selaku pembimbing.Ternyata, tidak hanya Jepang yang mampu menciptakan robot. Ini dibuktikan dengan potensi mahasiswa Teknokrat yang berhasil dalam mencip-takannya. Tentunya, ini didasari penge-tahuan robotics yang diberikan kepada mahasiswa dalam proses pembelajaran dengan difasilitasi teknologi yang memadai serta dukungan penuh dari perguruan tinggi